![]() |
Dengan Cinta, Dengan niat membagi ilmu bersama
kaum muslim & muslimah
Assalammualaykum.wr.wb
Sekarang bukan hanya banyak, namun hampir semua masyarakat
Indonesia khususnya, serta masyarakat Dunia yang tidak tau apa bedannya kerudung
dengan Jilbab.
Masyarakat zaman modern kini, lebih suka dan cenderung mengikuti
trend dan kebiasaan dibanding kebenaran. Bergerak tanpa dalil yang jelas,
merasa diri sudah benar karna banyak yang melakukan hal serupa.
Padahal, apa yang dilakukan orang dan masyarakat sekitar belum
tentu benar, Karna itu kajilah lagi ilmu yang saudariku dapat sebelum menerapkannya. Karna kini banyak
manusia yang beropini, menutup aurat adalah cukup dengan menutupi Rambut yang
dimiliki.bukan hanya masyarakat umum, guru agama bahkan ustazah juga ada yang
beberapa salah dalam menutup aurat…
Jadi Bagaimana cara menutup AURAT YANG BAIK DAN BENAR ???
Jawabannya :::::
DENGAN MENGGUNAKAN KERUDUNG DAN JILBAB SECARA
SYAR’I
KERUDUNG

Didalam Al-Qur'an Surat An-Nuur ayat 31 “Dan katakanlah kepada
perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara
kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali yang biasa
terlihat. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya,…” (An-Nuur
ayat 31)
kerudung atau dalam bahasa arabnya KHIMAR yaitu kain yang
menutup aurat ( DARI RAMBUT YANG MENJULUR SAMPAI DADA ) Jadi, kerudung yang DIWAJIBKAN
oleh Allah dalam ayat Qur’an tadi, bukan sehelai kain yang njelimet di leher
atau hanya sekedar menutup rambutnya saja atau hiasan kepala semata.
Syarat Kerudung Syar’I :
1. Kerudung yang digunakan harus menutupi dada. Tidak boleh dililit dileher hingga dadanya tampak (tidak tertutup)
2. Sanggul kepala tidak boleh terlalu tinggi hingga menyerupai punduk unta. Karna itu HARAM
JILBAB
Sedangkan JILBAB, ada dlm Qur'an Surat
Al-Ahzab ayat 59
“Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak
perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “hendaklah mereka menutupkan
(mengulurkan) jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…..”
(Surat Al-Ahzab ayat 59)
Adapun definisi lain dari jilbab, yang diambil dari kamus bahasa
arab
Jilbab
Diterangkan dalam
kamus al Muhith, jilbab adalah pakaian yang luas untuk wanita yang dapat
menutupi pakaian rumahnya seperti milhafah (mantel).
Tafsir Jalalain (jilid
3:1803) memberikan arti jilbab sebagai kain yang dipakai seorang wanita untuk
menutupi tubuhnya.
Jauhari dalam Ash
Shihah mengatakan jilbab adalah kain penutup tubuh wanita dari atas sampai
bawah. Khaththath Usman Thaha dalam Tafsir wa Bayan menjelaskan jilbab adalah
apa-apa yang dapat menutupi seperti seprai atas tubuh wanita hingga mendekati
tanah. Jadi, gambaran JILBAB itu adalah pakaian yang biasa di sebut JUBAH/GAMIS
Syarat jilbab yang
syar’i :
1)
Harus menutup seluruh
badannya kecuali wajah dan telapak tangan, maka tidak boleh ditampakkan leher
dan lain-lain walaupun hanya sebesar uang logam.
2)
Jilbab tidak boleh
ketat, kainnya tidak boleh tipis, tidak boleh membentuk lekuk tubuh, atau
transparan.
3)
Menggunakan Baju dalam
/ daster dalam (selain dalaman )dan celana panjang, agar aurat dapat tertutup
dari dalam dan sempurna dari luar.
4)
Jilbab harus menyentuh
lantai, atau menutupi telapak kaki.
5)
Menggunakan kaos kaki,
koas kaki sebenarnya tidak wajib, tapi karna zaman sekarang aktifitas muslimah (kaum
wanita) cenderung lebih aktif, maka kaos kaki ini wajib. Karna untuk mencegah
kaki bagian bawah dan telapaknya terlihat, karna itu adalah aurat.
Pesan putri Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, Fatimah binti
Rasullullah shollallohu alaihi wa sallam.. Beliau pernah berpesan kepada Asma’
:
“Wahai
Asma’ ! Sesungguhnya aku memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai
pakaian yang dapat menggambarkan tubuhnya…)” (Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam
Al-Hilyah dan Baihaqi)
Mau dipandang sebagai wanita buruk karena berpakaian yang masih
menampakkan tubuh. Tidak bukan ???
Itulah perbedaan KERUDUNG DENGAN JILBAB. Karna itu janganlah
kita sampai tersesat hanya karna mengikuti tren yang belum tentu itu benar.
Jangan sampai kita terjerumus masuk kedalam NERAKA hanya karena TIDAK MENELITI
LAGI apa yang kita lakukan, HALAL ATAU HARAM. Karna itu kita harus teliti dalam
hidup, karna ISLAM ITU MUDAH, terkecuali mereka yang tak pernah mau siap dengan
apa yang di perintahkan oleh ALLAH SWT SANG MAHA RAJA yang menciptakan manusia.
Sedikit berbagi cerita,
‘’ Dahulu pernah saya mengajak seorang dari bagian hidup saya untuk
berkerudung, Tapi ia menjawab * Nanti aja, Kerudungin aja dulu hati, baru
kerudungin diri*. Betapa kagetnya saya, hati terasa mendadak sesak. Saya
menjawab seraya terperingis dan berusaha tidak menyakiti hatinya. #Badan dulu dikerudungi, baru nanti hati
ngikut dech J # .
Lalu jawabnya *hati dulu, nanti kelakuannya jelek, mending siapin hati dulu
baru kerudungan*. Saya hanya tersenyum seraya terdiam. . . “
Bukan hanya satu, dua, atau tiga orang yang pernah saya dengar
mengatakan ini pada saya. Tapi banyak, bahkan bukan hanya orang yang saya
kenal, namun juga banyak muslimah yang beropini demikian.
Satuhal yang saya juga pelajari, Hati akan mengikut apa kata
tubuh, Bila Kita mau Menutup Aurat, maka hatipun akan mengikuti. Demikian bila
kita menunggu hati untuk siap, setan akan selalu menggoda kita’ agar kita tak
akan pernah siap ‘ Kita hanyalah manusia, yang dikelilingi SETAN dan Godaannya,
Akan sulit bila kita tidak bersiap ketika kebenaran itu datang, sulit untuk
kita memulai bila kita menunda.
Cinta dan peduli itulah yang yang membuat saya tergerak
menuliskan ini semua. Saya ingin kita semua tau apa yang benar dan apa yang
salah. Saling mengingatkan dan agar kita dapat terhindar dari Azab-NYA.
“ALLAH MENYURUH KITA, SUDAH SEHARUSKAN KITA LAKUKAN”
Tak akan pernah ada
kata terlambat, sampai nyawa berada di kerongkongan
Dengan CINTA, “Marilah
Saodariku, kita tutup aurat kita. Karna selangkah kita keluar dari rumah tanpa
menutup aurat, satu ISTANA KITA BANGUN DI NERAKA, Lalu bagaimana kalau Beribu
langkah kita berjalan. Satu orang melihat aurat kita, satu dosa kita dapatkan,
lalu bagaimana kalau begitu banyak orang bukan muhrim melihat kita, betapa
banyak siska yang akan kita peroleh” Nauzubillah
إِنَّ
مِمَّا
أَدْرَكَ
النَّاسُ
مِنْ
كَلَامِ
النُّبُوَّةِ
إِذَا
لَمْ
تَسْتَحْيِ
فَاصْنَعْ
مَا
شِئْتَ
“Sesungguhnya hal
yang dijumpai manusia dari perkataan para nabi adalah apabila engkau tak malu, berbuatlah
sesukamu.” (HR. Bukhari).
Dengan Cinta “Mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada kata yang
salah dan menyakitkan hati saudara dan saudariku, kekurangan milik saya dan
kesempurnaan hanyalah milik ALLAH SWT “
Wassalammualaykum.wr.wb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar