Rabu, 25 Juni 2014

PERBEDAAN JILBAB DAN KERUDUNG





index.jpg


Dengan Cinta, Dengan niat membagi ilmu bersama kaum muslim & muslimah

Assalammualaykum.wr.wb

Sekarang bukan hanya banyak, namun hampir semua masyarakat Indonesia khususnya, serta masyarakat Dunia yang tidak tau apa bedannya kerudung dengan Jilbab.
Masyarakat zaman modern kini, lebih suka dan cenderung mengikuti trend dan kebiasaan dibanding kebenaran. Bergerak tanpa dalil yang jelas, merasa diri sudah benar karna banyak yang melakukan hal serupa.
Padahal, apa yang dilakukan orang dan masyarakat sekitar belum tentu benar, Karna itu kajilah lagi ilmu yang saudariku dapat  sebelum menerapkannya. Karna kini banyak manusia yang beropini, menutup aurat adalah cukup dengan menutupi Rambut yang dimiliki.bukan hanya masyarakat umum, guru agama bahkan ustazah juga ada yang beberapa salah dalam menutup aurat…

Jadi Bagaimana cara menutup AURAT YANG BAIK DAN BENAR ???

Jawabannya :::::
DENGAN MENGGUNAKAN KERUDUNG DAN JILBAB SECARA SYAR’I


KERUDUNG
http://tersurat.files.wordpress.com/2014/03/kartun-wanita-berjilbab.jpg
Didalam Al-Qur'an Surat An-Nuur ayat 31 “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya,…” (An-Nuur ayat 31)
kerudung atau dalam bahasa arabnya KHIMAR yaitu kain yang menutup aurat ( DARI RAMBUT YANG MENJULUR SAMPAI DADA ) Jadi, kerudung yang DIWAJIBKAN oleh Allah dalam ayat Qur’an tadi, bukan sehelai kain yang njelimet di leher atau hanya sekedar menutup rambutnya saja atau hiasan kepala semata.


Syarat Kerudung Syar’I :
1.     Kerudung yang digunakan harus menutupi dada. Tidak boleh dililit dileher hingga dadanya tampak (tidak tertutup)
2.       Sanggul kepala tidak boleh terlalu tinggi hingga menyerupai punduk unta. Karna itu HARAM



JILBAB
1798606_622931271155953_5815622658704154540_n.jpgSedangkan JILBAB, ada dlm Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 59
“Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “hendaklah mereka menutupkan (mengulurkan) jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…..”
(Surat Al-Ahzab ayat 59)

Adapun definisi lain dari jilbab, yang diambil dari kamus bahasa arab

Jilbab
Diterangkan dalam kamus al Muhith, jilbab adalah pakaian yang luas untuk wanita yang dapat menutupi pakaian rumahnya seperti milhafah (mantel).
Tafsir Jalalain (jilid 3:1803) memberikan arti jilbab sebagai kain yang dipakai seorang wanita untuk menutupi tubuhnya.
Jauhari dalam Ash Shihah mengatakan jilbab adalah kain penutup tubuh wanita dari atas sampai bawah. Khaththath Usman Thaha dalam Tafsir wa Bayan menjelaskan jilbab adalah apa-apa yang dapat menutupi seperti seprai atas tubuh wanita hingga mendekati tanah. Jadi, gambaran JILBAB itu adalah pakaian yang biasa di sebut JUBAH/GAMIS
Syarat jilbab yang syar’i :

1)        Harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan telapak tangan, maka tidak boleh ditampakkan leher dan lain-lain walaupun hanya sebesar uang logam.
2)      Jilbab tidak boleh ketat, kainnya tidak boleh tipis, tidak boleh membentuk lekuk tubuh, atau transparan.
3)      Menggunakan Baju dalam / daster dalam (selain dalaman )dan celana panjang, agar aurat dapat tertutup dari dalam dan sempurna dari luar.
4)      Jilbab harus menyentuh lantai, atau menutupi telapak kaki.
5)      Menggunakan kaos kaki, koas kaki sebenarnya tidak wajib, tapi karna zaman sekarang aktifitas muslimah (kaum wanita) cenderung lebih aktif, maka kaos kaki ini wajib. Karna untuk mencegah kaki bagian bawah dan telapaknya terlihat, karna itu adalah aurat.

Pesan putri Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, Fatimah binti Rasullullah shollallohu alaihi wa sallam.. Beliau pernah berpesan kepada Asma’ : 
“Wahai Asma’ ! Sesungguhnya aku memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai pakaian yang dapat menggambarkan tubuhnya…)” (Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dan Baihaqi)
Mau dipandang sebagai wanita buruk karena berpakaian yang masih menampakkan tubuh. Tidak bukan ???

Itulah perbedaan KERUDUNG DENGAN JILBAB. Karna itu janganlah kita sampai tersesat hanya karna mengikuti tren yang belum tentu itu benar. Jangan sampai kita terjerumus masuk kedalam NERAKA hanya karena TIDAK MENELITI LAGI apa yang kita lakukan, HALAL ATAU HARAM. Karna itu kita harus teliti dalam hidup, karna ISLAM ITU MUDAH, terkecuali mereka yang tak pernah mau siap dengan apa yang di perintahkan oleh ALLAH SWT SANG MAHA RAJA yang menciptakan manusia.

Sedikit berbagi cerita,  ‘’ Dahulu pernah saya mengajak seorang dari bagian hidup saya untuk berkerudung, Tapi ia menjawab * Nanti aja, Kerudungin aja dulu hati, baru kerudungin diri*. Betapa kagetnya saya, hati terasa mendadak sesak. Saya menjawab seraya terperingis dan berusaha tidak menyakiti hatinya.  #Badan dulu dikerudungi, baru nanti hati ngikut dech J # . Lalu jawabnya *hati dulu, nanti kelakuannya jelek, mending siapin hati dulu baru kerudungan*. Saya hanya tersenyum seraya terdiam. . . “
Bukan hanya satu, dua, atau tiga orang yang pernah saya dengar mengatakan ini pada saya. Tapi banyak, bahkan bukan hanya orang yang saya kenal, namun juga banyak muslimah yang beropini demikian.
Satuhal yang saya juga pelajari, Hati akan mengikut apa kata tubuh, Bila Kita mau Menutup Aurat, maka hatipun akan mengikuti. Demikian bila kita menunggu hati untuk siap, setan akan selalu menggoda kita’ agar kita tak akan pernah siap ‘ Kita hanyalah manusia, yang dikelilingi SETAN dan Godaannya, Akan sulit bila kita tidak bersiap ketika kebenaran itu datang, sulit untuk kita memulai bila kita menunda.
Cinta dan peduli itulah yang yang membuat saya tergerak menuliskan ini semua. Saya ingin kita semua tau apa yang benar dan apa yang salah. Saling mengingatkan dan agar kita dapat terhindar dari Azab-NYA.

“ALLAH MENYURUH KITA, SUDAH SEHARUSKAN KITA LAKUKAN”

Tak akan pernah ada kata terlambat, sampai nyawa berada di kerongkongan
Dengan CINTA, “Marilah Saodariku, kita tutup aurat kita. Karna selangkah kita keluar dari rumah tanpa menutup aurat, satu ISTANA KITA BANGUN DI NERAKA, Lalu bagaimana kalau Beribu langkah kita berjalan. Satu orang melihat aurat kita, satu dosa kita dapatkan, lalu bagaimana kalau begitu banyak orang bukan muhrim melihat kita, betapa banyak siska yang akan kita peroleh” Nauzubillah


إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
“Sesungguhnya hal yang dijumpai manusia dari perkataan para nabi adalah apabila engkau tak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari).

Dengan Cinta “Mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada kata yang salah dan menyakitkan hati saudara dan saudariku, kekurangan milik saya dan kesempurnaan hanyalah milik ALLAH SWT “
Wassalammualaykum.wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar